Maket Peta Jalan Tol Bawen-Jogja di Magelang Diperkirakan Tidak Bergeser

BNews–MAGELANG– Pembangunan  jalan tol Bawen-Jogja untuk di daerah Jawa Tengah masih menunggu SK Penetepan Lokasi (Penlok) dari Gubernur Jawa Tengah. Khusus untuk di Kabupaten Magelang akan melintasi lahan di 7 Kecamatan dengan 44 Desa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan DPUPR Kabupaten Magelang, Adang Atfan Ludhantono. Diman Ia juga ikut dalam panitia persiapan pembangunan jalan tol Bawen-Jogja tersebut.

“SK Penlok itu juga termasuk di wilayah Kabupaten Magelang. Yang menurut masterpland terakhir saya terima masih sama, yang terkena di 7 Kecamatan 44 Desa. Dan Lahan yang terkena kurang lebih 595 ribu hektar,” katanya kepada Borobudurnews.com (18/11/2021).

Ditanya apakah akan ada perubahan peta titik lokasi yang akan ditetapkan menjadi lokasi pembangunan Jalan Tol, Adang mengaku info terakhir yang diterima masih sama.

“Desain yang kami terima sudah mulai mendekati yang sama seperti itu titik lokasinya. Kalaupun misal ada pergeseran titik itu mungkin cuman geser beberapa meter saja,” imbuhnya.

Sementara itu ditanya terkait exit tol yang berada di wilayah Kabupaten Magelang, Adang menjelaskan direncanakan di sekitaran Palbapang Mungkid. “Kemarin sudah diinformasikan kepada kami bahwa hal itu juga masih dalam kajian. Karena disinikan masuk SP1 Perpres 58, jadi masih dikaji dalam level kementrian PU dan Kemendikbud,” ujarnya.

Sempat diberitakan bahwa di Kabupaten Magelang terdapat wilayah di 7 Kecamatan 44 Desa akan terkena proyek jalan tol Bawen-Jogja tersebut.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Ngluwar, Kecamatan Muntilan, Kecamatan Mungkid, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Candimulyo Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Secang, dan Kecamatan Grabag.

Untuk rinciannya, Kecamatan Secang meliput Desa Candiretno, Pancuranmas, Madusari, Candisari, Donorojo dan Karangkajen. Kemudian kecamatan Grabag meliputi Desa Kalikuto, Banyusari, Kartoharjo, Sidohede, Kalipucang dan Losari.

Kecamatan Mungkid, Desa Progowati, Mendut, Rambeanak, Paremono, Bumirejo, Ambartawng, Blondo dan Senden. Kecamatan Borobudur, Desa Wanurejo, dan Borobudur.

Kecamatan Candimulyo, meliputi Desa Tampir Kulon, Podosoko, Tempak, Sidomulyo, Mejing. Kecamatan Tegalrejo meliputi Desa Tampingan, Banyuurip, Purwosari, Glagahombo, Purwodadi.

Untuk Kecamatan Ngluwar, meliputi tujuh desa yakni Desa Bligo, Pakunden, Karang Talun, Ngluwar, Jamuskauman, Plosogede, dan Blongkeng.

Kecamatan Muntilan meliputi Desa Sriwedari, Sukorini, Congkrang, Adikarto, Tanjung.

Sebelumnya juga diberitakan terkait isu jalur yang akan dilalui Jalan Tol Baweng-Jogja melintasi kawasan Zona Hijau di Kabupaten Magelang, Adang membenarkan hal tersebut. “Memang benar sebagian melintasi zona hijau dalam peta tata ruang. Tetapikan kita juga harus memedomi ini merupakan Proyek Strategis Nasioal (PSN), dan ketika di Undang-undang yang mengatur berbunyi dapat untuk PSN dan kepentingan umum diperbolehkan,” paparnya.

Dan tahapan yang sudah berjalan lanjut Adang bahwa kemarin sudah dilakukan pra persiapan konsultasi publik. “Kemarin kita sudah mengundang 7 camat kecamatan , kepala desa dan kepala dusun yang terkena trase jalan tol. Targetnya awal Desember 2021 akan dimulai Konsultasi Publik ditiap-tiap desa, tentunya dengan mengedepankan prokes,” paparnya.

Sementara itu untuk bulan November 2021 ini, kata Adang informasi yang didapat konsultasi publik pembangunan jalan Tol Bawen-Jogja juga sedang dilakukan. “Kesempatan bulan ini di Kabupaten Temanggung dan Kota Magelang. Karena Kabupaten Magelang banyak yang terkena, maka akan dilakukan mulai bulan Desember,” ujarnya.

Untuk tahapan berikutnya, menurut Adang adalah sama dengan MAJT. Namun, masih menunggu penetapan SK Penlok dari Gubernur Jawa Tengah. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: