Pantau Banjir Semarang, Gubernur Ganjar Minta Logistik Untuk Pengungsi Aman

BNews—SEMARANG— Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memantau langsung wilayah yang tergenang banjir. Yakni di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada Selasa (9/2/2020).

Dalam pantuannya, Ganjar melihat hampir seluruh kawasan Trimulyo tergenang air dengan ketinggian sedada orang dewasa. Rumah-rumah terendam, dan masyarakat terpaksa mengungsi di sejumlah tempat seperti masjid, mushala, sekolah dan lainnya.

Ada juga warga yang masih bertahan di rumah, karena rumahnya cukup tinggi. Mereka yang melihat Ganjar, langsung menyapa dan melambaikan tangan.

“Sehat pak, bu, sabar ya. Sudah makan apa belum. Tolong pastikan semuanya dapat makan,” kata Ganjar pada setiap warga yang ditemui.

Menurut Ganjar, rata-rata masyarakat sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Bu Lurah sudah cekatan dan membantu. Yang penting semua aman sambil kita pastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Satu soal air bersih, makanan, selimut dan lainnya. Air bersih tadi sudah didrop, makanan relatif aman,” jelasnya.

Ganjar juga mengajak Kepala Dinas PSDA untuk melihat langsung kondisi yang ada. Nantinya, pihaknya meminta agar ada koordinasi dengan BBWS untuk penanganannya.

“Nanti biar bisa dicari, kira-kira percepatan untuk menanggulangi ini seperti apa. Apa yang harus dimodifikasi, kalau perlu biar nanti dicarikan pompa. Intinya semua harus berpikir untuk membereskan persoalan ini,” ucapnya.

Kemudian Ganjar mengunjungi dua tempat pengungsian yakni Masjid Baitul Mannan dan salah satu mushala. Ganjar memastikan warga dalam kondisi sehat dan stok logistik seperti makanan, selimut dan lainnya aman.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Saat kunjungan tersebut, Ganjar melihat ada seorang balita yang menangis dalam gendongan ibunya. Ia pun mendekati dan menyuruhnya memberikan air susu ibu (ASI). Namun, Ibu bernama Arum, 26, itu mengatakan bahwa anaknya tidak mau minum ASI melainkan susu formula.

“Ini pas habis susunya pak. Kemarin dapat yang kecil, ini sudah habis. Sampai sekarang belum ada lagi bantuannya,” kata Arum.

Mendengar hal itu, Ganjar langsung meminta Lurah Trimulyo yang mendampingi, termasuk tim BPBD untuk memerhatikan kebutuhan balita dan ibu hamil. Ia juga mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli susu formula yang akan diberikan kepada beberapa balita di tempat pengungsian.

“Saya minta balita dan ibu hamil mendapat perhatian. Saya minta didata, berapa balita yang ada, berapa ibu hamil dan semuanya harus mendapat perhatian khusus agar asupan gizi mereka baik. Tadi katanya bantuan susu tidak ada, maka saya minta ini dipenuhi,” kata Ganjar.

Ganjar juga meminta ada dokter atau bidan yang selalu mengecek kesehatan pengungsi, khususnya balita dan ibu hamil. Mereka harus mendapat pendampingan secara terus menerus agar kesehatan mereka terjamin.

Lurah Trimulyo, Katarina Nevy Herawati menyebut, semua wilayah kelurahannya terdampak banjir. Sekitar 3000 warga semuanya mengungsi, baik di masjid, mushala, sekolah dan di rumah-rumah warga yang tinggi.

“Untuk logistik aman, tapi memang untuk kebutuhan gizi balita dan ibu hamil belum ada. Nanti, kami akan koordinasikan untuk mendata mereka dan memastikan pemenuhan gizi tercukupi,” ucapnya. (lhr/mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: