Pembangunan Jembatan Ngembik Masih Tunggu Pembebasan Tanah Di Sisi Kota Magelang

BNews–MAGELANG– Terkait kondisi jembatan gantung kayu penghubung sebuah wilayah di Kabupaten Magelang dan Kota Magelang ini banyak mendapat protes dari masyarakat. Pasalnya kondisinya sudah dikatakan memprihatinkan.

Jembatan gantung kayu dengan panjang 100 meter dan lebar 2 meter ini memang masih dignakan masyarakat kesehariannya. Dimana pastinya menghubungkan  wilayah Rejosari Bandongan Kabupaten Magelang menuju Ngembik Keramat Utara Kota Magelang.

Melalui akun twitter @progorejosari mengtwitt hasil DM kepada akun Kementian PU. Dan mempertanyakan jawaban akun Kemen PU kepada akun DPU PR Kabupaten Magelang.

“ Menindaklanjuti informasi dari @KemenPU , bahwa pembebasan lahan utk wil @kotamagelang  masih dalam proses. adakah info yang valid mungkin dari  @DPUPRKabMgl  mengenai pembangunan jembatan gantung @progorejosari .Terimakasih,” tulisnya.

Oleh karena itu, Borobudurnews.com mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR Kabupaten Magelang). Dimana memang sudah ada aksi yang dilakukan pihak pemerintah.

“Untuk pembangunan jembatan untuk lahan yang berada di wilayah Kabupaten Magelang sudah selesai pembebasan tanahnya. Tinggal menunggu untuk wilayah yang di sisi Pemerintahan Kota Magelang,” ungkap Staf Subbag Program DPU PR Kabupaten Magelang, Adi Tri Wahyu.

Adi juga mengungkapan bahwa misal jembatan akan dibangun bukan pihaknya yang akan mengerjakannya. “Nanti untuk pengerjaan atau pembangunan langsung dari pihak Kementrian PU,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Perlu diketahui, bahwa dulunya informasi yang diterima masyarakat sekitar jembatan tersebut bahwa akan dilakukan pembangunan. Dimana akan dijadikan jembatan yang lebih kokoh dan beton bukan kayu lagi.

Dimana saat ini kondisi papan kayu pada jembatan tersebut sudah jelek. Seperti yang disampaikan salah satu warga Rejosari bernama Gilang beberapa waktu lalu.

“Kondisi papan kayu sudah jelak. Sering dilakukan buka tutup jika debit air sungai progo semakin tinggi. Karena tidak mau ambil risiko,” ujarnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: