Pengelolaan Gerbang Samudera Raksa Direncanakan Akan Ke Pihak Ketiga, Ini Alasannya

BNews–JOGJA– Pengelolaan Gerbang Samudra Raksa direncanakan diserahkan kepada pihak ketiga oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.  Hal tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.

Gerbang Samudra Raksa berada di perbatasan Kulonprogo dengan Magelang Jawa Tengah. Lokasinya berada di Kecamatan Kalibawang dan merupakan salah satu pintu masuk ke kawasan objek wisata Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah.

Kabag Pembangunan Setda Kulonprogo Zahram Asurawan  mengatakan saat ini, pihaknya masih menyiapkan dokumen pengadaannya. Dan rencana anggaran biaya (RAB) untuk pengelolaan.

“Rencananya, April 2021 ini mulai pengadaan untuk pihak ketiganya. Gerbang Samudra Raksa akan dikelola oleh pihak ketiga,” kata Zahram di Kulonprogo, Rabu (24/3/2021).dikutip Inews.

Dia mengatakan pertimbangan Gerbang Samudra Raksa dikelola oleh pihak ketiga karena lebih luwes, karena pemkab tinggal menerima pendapatan asli daerah (PAD).

Menurutnya, bila Gerbang Samudra Raksa dikelola pemkab, maka sumber daya manusia (SDM) semakin kurang. Hal ini karena aparatur sipil negara banyak yang pensiun, dan CPNS juga tidak banyak. Sementara kalau menggunakan tenaga honorer membutuhkan biaya lagi untuk pengelolaannya.

“Kemungkinan besar akan dipihaketigakan, sehingga konsentrasi lebih bagus, dan pemkab tinggal menerima PAD dan biaya-biaya lainnya,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Terkait Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas Gerbang Samudra Raksa, Zahram mengatakan akan dikelola secara khusus. Yakni oleh unit pelaksana teknis (UPT) yang saat ini masih dalam tahap kajian.

“Saat ini masih kami kaji, skema UPT pengelola Gerbang Samudra Raksa dan OPD yang bertanggung jawab,” katanya.

Lebih lanjut, Zahram mengatakan pemkab juga mewacanakan akan melakukan pengembangan Gerbang Samudra Raksa. Yakni untuk wilayah sekitarnya yang belum dimanfaatkan.

Seperti pengembangan lahan parkir, tapi masih membutuhkan kajian khusus yang dilakukan oleh OPD dinas teknis. “Dinas teknis yang dimaksud bisa Dinas Pariwisata, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Kebudayaan atau OPD yang memiliki ketugasan melakukan kajian,” katanya.

Sebelumnya, Direktur PT Sari Gunung Mataram Sakti mengatakan Nanang Sukrisno mengatakan proyek pembangunan rest area Klangon dan Gerbang Samudra Raksa selesai dikerjakan.

Proyek yang digarap PT Sari Gunung Mataram Sakti juga telah dilakukan serah terima tahap pertama atau PHO pada 6 Desember 2020. “Pembangunan proyek Gerbang Klangon atau Gerbang Samudra Raksa ini membutuhkan waktu 270 hari kalender, dan alhamdulillah dapat diselesaikan tepat waktu, meski tingkat kesulitannya cukup tinggi,” katanya.

Rest area ini, lanjut Nanang semula berupa bukit yang kemudian disulap menjadi sebuah rest area dengan menyajikan panorama yang indah, sehingga banyak menyedot minat wisatawan untuk datang ke tempat ini. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: