Perampokan di Magelang Sebabkan Korban Meninggal Dunia, ini Kronologinya

BNews-MAGELANG– Satuan reserse dan kriminal Polresta Magelang Kota mengungkap kasus perampokan yang terjadi di Jalan Pahlawan, Kecamatan Magelang Utara pada Sabtu malam (30/12/2023) sekitar pukul 21.30 WIB.

Inilah urutan kejadian dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau perampokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Pelaku dari aksi tersebut adalah IYI (29 tahun) dan R (18 tahun). Sedangkan korban yang meninggal dunia bernama AGV (23 tahun).

Kasat Reskrim Polresta Magelang Kota, AKP Samsudin, menjelaskan bahwa kedua pelaku bermaksud merampas handphone korban dengan cara menikamnya berkali-kali.

Saat kejadian, korban sedang memeriksa ponselnya ketika berhenti di pinggir jalan menggunakan sepeda motor.

Pada saat itu, kondisi sekitar memang sepi. Melihat kesempatan ini, pelaku langsung melancarkan aksinya.

“Dia sedang mencari orang-orang yang lengah di jalan, dan saat itulah korban berhenti dan asyik menggunakan HP di tempat yang agak sepi,” jelas Samsudin, Selasa (2/1/2023).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

R, yang juga masih seorang pelajar, berperan sebagai pengendaranya sambil mengawasi situasi sekitar.

Sementara itu, AGV merupakan pelaku utama yang merampas handphone tersebut dan menyakiti korban menggunakan pisau lipat yang dibawanya.

Pelaku melakukan aksinya karena terjerat hutang.

“Saar itu, mereka mengambil HP korban, namun korban melawan, jadi terjadi beberapa tusukan. Kemudian mereka melarikan diri,” lanjutnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusukan sebanyak 8 kali di bagian bawah ketiak dan lengan tangan kirinya.

Korban meninggal ketika hendak mendapatkan perawatan di RSUD Tidar Magelang.

Samsudin mengungkapkan bahwa IYI merupakan residivis dalam kasus pencurian dengan pemberatan.

IYI sudah menjalani hukuman penjara sebanyak lima kali sebelumnya.

“Sudah lima kali ia dipenjara di Magelang Kota, belum lagi yang di luar sana,” ungkapnya.

Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa handphone (milik korban) dan 1 pisau lipat (milik pelaku) yang digunakan untuk menyerang korban.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP ayat 4 yang mengancam dengan hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara selama dua puluh tahun.

Pelaku IYI mengungkapkan bahwa ia melakukan aksinya karena terjerat hutang sebesar Rp550 ribu.

Ia juga membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan lima anaknya.

“Karena saya membutuhkan dan saya mendapatkan tekanan untuk membayar hutang serta membeli susu dan lain-lain,” ujarnya.

“Saya memiliki utang sebesar Rp550 ribu yang harus saya bayar hari ini (saat kejadian). Jadi saya terpaksa harus mencari uang karena harga diri saya,” tambahnya.

Sementara itu, rekannya R merupakan tetangganya, menurut keterangan IYI.

R dibujuk untuk ikut serta oleh IYI sebelum kejadian.

Namun ia tidak menjelaskan niatnya kepada R tentang melakukan aksi pencurian ini.

“Dia takut dengan saya dan hanya tunduk saja pada saya,” jelasnya. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: