Produk Kerajinan Bambu di Tempuran Magelang Ini Tembus Pasar Internasional

BNews—Magelang— Purwoko (44) merupakan salah seorang pengrajin bambu di Desa Prajegsari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Lelaki yang sudah menekuni kerajinan selama 20 tahun lebih itu, membuat aneka produk kerajinan dari bambu.

Berbagai kerajinan bambu mulai dari besek, tas, hiasan dinding, hiasan lampu, kursi, peralatan makan dan lain sebagainya, menjadi hasil dari kerajinannya.

”Saya mulai menekuni sendiri kerajinan bambu ini sekitar tahun 1997 silam. Dulu awalnya saya membuat kursi satu set dan sangkar. Kemudian berkembang ke beragam bentuk. Sementara sanggar kerajinan saya bernama Q_Roon_Art ” kata dia, Selasa (28/9/2021).

Dia menjelaskan, dalam membuat kerajinan itu, menggunakan jenis bambu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan. Contohnya, kerajinan anyaman itu menggunakan pring jawa (bambu jawa), laminasi menggunakan bambu petung dan lain sebagainya.

”Jadi saya membuat kerajinan juga mengikuti karakter bambu. Kita harus pandai-pandai memilih bambu,” jelasnya.

”Selain anyaman, saya juga membuat kerajinan dengan bentuk lilitan/coiling. Biasanya coiling ini dibuat untuk hiasan dinding, piring, hiasan lampu hingga kursi,” sambungnya.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Dia menyebut, produk-produknya tersebut telah diekspor ke luar negeri seperti Eropa, Australia, Amerika. Sementara untuk di Indonesia, rata-rata ke Bali, Jakarta dan pernah ke Bandung.

”Besek itu ke Amerika, tempat lampu ke Prancis, kerajinan anyaman ke Maldiv. Kalau di lokal, saya menjual sendiri. Sedangkan ke luar negeri, saya jualnya kebanyakan melalui trader. Tapi kalau buyer luar negeri pesennya misal 50 pieces ya saya jual sendiri (tidak melalui trader),” ujar Purwoko.

Lanjut Bapak tiga anak ini, harga besek bervariasi tergantung ukurannya. Mulai dari Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu per kodi. Kemudian besek bentuk persegi panjang/pegon sekitar Rp 45 ribu per kodi.

”Ada juga saya jualan per pieces. Jadi saya membuat produk ini juga melihat pasaran mana yang menjadi sasaran penjualan. aku gawe ngene iki arep tak dol nang sopo tho? (aku membuat kerajinan ini mau saya jual ke siapa?),” imbuhnya.

Kemudian yang coiling bambu untuk hiasan dinding, harganya mulai dari Rp 280 ribu. Untuk tas-tasnya, mulai Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per pieces. ”Hiasan lampu itu juga bervariasi, mulai Rp 60 ribu – Rp 750 ribu,” ujar Purwoko.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: