Riset KPU : Mayoritas Pemilih Datang Karena Uang

            MUNGKID—  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang merilis hasil survei tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu di wilayahnya, kemarin. Salah satu hasil riset tersebut menunjukkan tingginya angka partisipasi disebabkan karena adanya money politik.
            ”Meski partisipasi di Kabupaten Magelang pada pemilu lalu mencapai 81,69 persen yang berarti sangat tinggi namun kualitasnya buruk,” kata Ketua KPUD Kabupaten Magelang Afifuddin dalam pemaparan riset tersebut di Kantor KPUD, kemarin.
            Buruknya kualitas itu, kata dia diketahui setelah mayoritas pemilih legislastif baik tingkat kabupaten maupun pusat tidak mengetahui visi misi calon tersebut. ”Interval nilai dari 1-5 rata-rata tingkat pengetahuan masyarakat terhadap calonnya 2,55 atau rendah,” jelasnya.
            Bukan tidak mungkin, lanjutnya, dengan kualitas pemilih yang buruk, maka hasil yang dihasilkan juga tidak baik. ”Hasil ini akan kita rekomendasikan ke KPU pusat untuk dijadikan acuan penyusunan aturan nantinya,” kata dia.
            Apalagi, lanjutnya, KPUD Kabupaten Magelang akan kembali mempunyai hajat berupa Pilkada 2018 mendatang. ”Tentu hasil penelitian ini bisa dijadikan acuan,” jelasnya.
            Wardoyo, komisioner KPU lainnya menambahkan sampel diambil dari 100 orang yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Muntilan, Mertoyudan, Bandongan, Kaliangkrik dan Windusari itu. ”Dimana 90 persen responden menggunakan hak pilih dalam pileg dan 10 persen tidak menggunakan hak pilihnya,” lanjutnya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: