Sehari, Petugas Ber-APD Makamkan Dua Warga Magelang

BNews—MUNGKID— Dalam sehari, dua warga Kabupaten Magelang dimakamkan oleh petugas kesehatan rumah sakit dan warga lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD). Kedua jenazah diketahui berasal dari Kecamatan Kajoran dan Secang.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, ciri-ciri identitas korban warga Kajoran adalah berjenis kelamin laki-laki dan berusia 41 tahun. Sebelum meninggal, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

Sementara identitas korban asal Secang adalah seorang perempuan dengan umur 80 tahun. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Jiwa dr Soerjo Magelang.

Kapolsek Kajoran IPTU Edu Suryono mengatakan, korban PDP itu meninggal pada hari Sabtu (18/4) sekitar pukul 18.00 WIB di RS Bhayangkara Semarang. Sekitar pukul 21.00 WIB, jenazah dibawa dengan mobil jenazah menuju tempat pemakaman umum (TPU) di Kajoran.

”Pukul 01.20 WIB jenazah tiba di TPU dan pukul 02.00 WIB dilakukan prosesi pemakaman sesuai dengan prosedur medis dan protap WHO oleh pihak rumah sakit dibantu warga menggunakan APD,” terang Edu, Senin (20/4).

Dikonfirmasi terpisah tentang jenazah korban Secang, Kapolsek Secang AKP Purwanto menjelaskan, korban meninggal di RSJ dr Soerojo Magelang, kemarin (19/4) sekitar pukul 11.30 WIB. Ungkap dia, jenazah tersebut memiliki riwayat sakit sejak satu tahun yang lalu.

Baca juga: Tes Kejelian Mata dan Ketajaman Otak Kamu, Gambar Terakhir Paling Susah
Loading...

Usai dinyatakan meninggal, jenazah langsung diantar tim medis rumah sakit lengkap dengan APD. Untuk kemudian dimakamkan di kampung halaman di daerah Kecamatan Secang sesuai protokol pemakaman pasien Covid-19.

”Kita lakukan pengamanan proses pemakaman jenazah tersebut sekitar pukul 14.30 hingga 15.30 WIB. Sedang untuk pemakaman dilakukan oleh lima warga setempat lengkap mengenakan APD,” ungkap Kapolsek Secang AKP Purwanto.

Kepala Desa Krincing Heri Purwanto saat dihubungi Borobudur News menerangkan, sebelum meninggal, lima anggota keluarga korban Secang sempat menjalani rapid test. Namun, hasilnya masih harus menunggu konfirmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang

”Masih dicurigai. Keterangan dan informasi lengkapnya dari Dinkes,” kata Kepala Desa Krincing Heri Purwanto saat dihubungi Borobudurnews.com.

Menurut kabar, satu keluarga tersebut direncanakan akan segera dilakukan tes Swab di RSU Tidar Magelang. ”Saat ini masih melakukan isolasi mandiri di rumahnya sendiri,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: