Sejumlah Pengunjuk Rasa di Magelang Reaktif Covid-19

BNews—MAGELANG— Kasus kerusuhan aksi tolak omnibus law di Magelang terus didalami pihak kepolisian. Sebelumnya polisi mengamankan 112 remaja pada aksi Jumat (9/10/2020) lalu.

Dari jumlah tersebut, dua di antaranya diketahui reaktif berdasar hasil rapid test Covid-19. “Sementara hasil rapid test reaktif dua orang. Kami arahkan ke rumah sakit terdekat, sudah dijemput keluarga untuk isolasi,” kata Wakapolres Magelang Kompol Aron Sebastian, kemarin (13/10/2020).

Aron mengatakan ratusan remaja tersebut diamankan lantaran ikut dalam kerusuhan saat aksi demo Omnibus Law. Polisi memiliki bukti kuat atas aksi mereka tersebut.

“Yang jelas kami punya video dan bukti-bukti mereka semua. Banyak dari mereka yang kami temui mengikuti melemparkan batu,” ujar Aron.

Masih kami deteksi, (mereka) digerakkan siapa dari mana.

Menurutnya, sebagian besar dari remaja tersebut masih di bawah umur berstatus pelajar SMA/SMK.

“Setelah kami lacak di HP mereka, ada aksi dari WhatsApp ataupun medsos untuk mengajak menuju lokasi depan Artos (lokasi demo). Masih kami deteksi, (mereka) digerakkan siapa dari mana,” tuturnya.

Usai diamankan, para remaja tersebut sempat diberikan pembinaan, rapid test, pendataan, kemudian dikembalikan kepada orang tua masing-masing.

Status mereka, sudah dikembalikan ke orang tua dan dihubungi sekolah masing-masing untuk yang masih sekolah. Kami tegur orang tua untuk diawasi serta terutama pihak sekolah,” katanya.

Aron juga mengatakan, para remaja tersebut tidak diwajibkan untuk apel. Hanya saja, mereka dalam pengawasan ketat kepolisian.

“Tidak wajib apel, tapi kami data satu per satu, identifikasi. Kami datakan rinci, foto, sekolah, dan data pribadi,” ucap dia. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: