Seorang Anak Punk Dianiaya Dan Dibakar, Ini Alasan Pelaku Melakukannya

BNews—JATENG—Salah satu pelaku penganiayaan disertai pembakaran terhadap anak punk asal Salatiga beberapa waktu lalu berhasil diamankan jajaran Sat Reskrim Polres Semarang. Saat ini ada empat pelaku lain yang masih dalam pengejaran.

Pelaku yang ditangkap bernama Tri Aji Nugroho alias Jik Jul, 24, warga Tuntang Kabupaten Semarang. Dikabarkan sebelumnya bahwa seorang anak punk bernama Irsyad Maulana Ibrahim, 24, warga Tingkir Salatiga harus mendapat perawatan intensif karena mengalami penganiayaan disertai pembakaran di Bintangan, Bawen, Kabupaten Semarang pada 24 Februari 2020 silam.

”Peristiwa tersebut bermula ketika korban usai mengikuti acara Punk di Kendal selanjutnya ia menaiki angkutan dan turun di Bawen,” kata Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono, kemarin (9/7/2020).

Ditempat tersebut, lanjut Gatot, korban bertemu dengan para pelaku yang berjumlah lima orang, mereka sedang minum-minuman keras. Korbanpun diajak ikut menenggak miras tersebut bersama-sama.

”Menurut keterangan, di tengah kegiatannya, tiba-tiba korban meludahi salah satu pelaku, Edo.  Kemudian pelaku Tri membentak korban dan memintanya bersikap sopan,” papar Gatot.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Meski sudah diperingatkan, pelaku Tri menilai korban masih tidak berlaku sopan sehingga ia pun memukul korban di bagian wajah dan juga memukul bagian belakang kepala menggunakan blok paving yang ia temukan di dekatnya.

”Pelaku lainnya juga mengambil paving kemudian memukulkannya ke korban hingga terkapar dan tak sadarkan diri,” imbuhnya.

Lanjut Gatot, pelaku Tri bersama keempat pelaku lain Aan, 18, Danis, 27, Ilham, 27, dan Anjar, 27, mencoba membakar korban. “Beruntung ada teman yang memadamkan api sebelum membesar dan membakar korban,” paparnya.

Usai dianiaya, korban sempat dirawat di RSUD Ambarawa sebelum dirujuk ke RSUD Salatiga karena mendapatkan luka bakar di bagian dada. Korban pun baru melapor ke Polsek Bawen, awal Maret lalu.

“Setelah dilakukan pengembangan dengan memeriksa sejumlah saksi, akhirnya petugas berhasil menangkap satu pelaku awal Juli 2020,” bebernya.

Download Musik Keren Disini

Pelaku tersebut, kata Gatot, sempat melarikan diri ke Magelang dan Temanggung sebelum berhasil diringkus di rumahnya. Dari tangannya, barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya empat unit sepeda motor yang digunakan para pelaku menuju ke Bawen. Kemudian blok paving dan botol berisi bensin yang digunakan menganiaya korban.

”Pelaku Tri Aji melanggar pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara,”pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: