Sosok Mayat Di Kebun Kopi Grabag Magelang, ini Kata Kadus dan Kepala Sekolahnya

BNews–MAGELANG– Seorang anak di Grabag Kabupaten Magelang ditemukan tak bernyawa di sbuah kebun kopi. Diduga korban terbunuh karena dianiaya temannya sendiri.

Korban diketahui bernama Wahid Syaiful Hidayat (WSH), 13, merupaka warga asal  Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag. Ia ditemukan tak bernyata di kebun kopi Dusun Kupen, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag terkuak.

Setelah ditelusuri korban merupakan seorang pelajar di SMP 2 Grabag Kabupaten Magelang.

Kepala Dusun Sudimoro Sih Agung menjelaskan kronologi pembunuhan berkaitan dengan peristiwa yang dialami korban dan pelaku. Sebelumnya, pelaku ketahuan mencuri ponsel milik korban dan mengakui bahwa ia telah mencuri.

“Memang sering mencuri ponsel dan uang. Ngakunya karena ada pesanan,” katanya saat ditemui di rumah, Jumat (5/8).

Pada Rabu (3/8), kata dia, pelaku bersama rombongan siswa lain masih berseragam yang berjumlah 10 orang mendatangi rumah korban untuk meminta maaf. Meskipun sudah mengakui dan meminta maaf, ternyata persoalannya belum usai.

Masih menurut Sih Agung, sekitar pukul 16.30 WIB dihari yang sama, pelaku memakai nama palsu Fahrudin asal Munggang, Sumurarum mengajak WSH keluar. Dengan alasan mengerjakan tugas sekolah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Yang menjemput korban hanya satu. Dan itu izin ke orang tuanya,” jelasnya.

Sejak saat itu pihak keluarga tidak melihat kepulangan putra sulungnya. Lalu membuat laporan kehilangan dan mengerahkan warga untuk mencarinya. Hingga pada akhirnya ditemukan tewas pada Kamis (4/8) sekitar pukul 15.00.

“Kalau dilihat dari kronologisnya ada kemungkinan ini direncanakan,” ucapnya.

Sih Asih juga mengungkapkan bahwa korban sosok yang baik. Dimana  keluarga baru memulai kehidupan baru usai merantau di jogjakarta.

Korban adalah putra sulung dan mempunyai adik yang masih kecil. Mendengar putra sulungnya dibunuh, kedua orang tuanya tentu terpukul dan sempat depresi.

Bak disambar petir, alih-alih ingin menjalani kehidupan baru namun ditimpa peristiwa yang membuat hatinya tersayat. Ia meminta untuk pelaku diberikan hukuman yang berat atau setimpal dengan perbuatan yang dilakukan.

“Baru saja pindah dari Jogjakarta belum ada sebulan,” ungkap Sih Agung.

Ia mengungkapkan, dulu satu keluarga memang Kartu Keluarga (KK) nya di Dusun Sudimoro. Namun merantau karena bekerja dan tinggal beberapa tahun di Jogjakarta berjualan bakso.

BACA JUGA : Temuan Mayat Di Grabag, Kapolres Magelang : Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Diamankan

Menurutnya, karena kontraknya habis maka pulang berniat domisili di Grabag. “Masih juga berjualan bakso di Pasar Grabag. Niatnya ingin memulai kehidupan baru di sini. Anaknya juga agar sekolah disini. Belum ada sebulan langsung dipukul dengan kejadian ini,” terangnya.

Sementara, lanjutnya, pelaku memang mempunyai kebiasaan sering mencuri uang dan ponsel. Ia melancarkan aksinya lantaran ada pesanan dari orang lain. Yang lebih miris, ia merasa santai dan seakan tak berdosa atas perbuatan yang dilakukan.

“Nggak ada raut penyesalan sama sekali,” pungkasnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Grabag Sodik Mujazin sangat menyayangkan nasib nahas yang menimpa WHS. Usai kejadian itu, ia bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang, Camat, seluruh kepala sekolah di Kecamatan Grabag, Kapolsek, hingga Ndanramil melakukan koordinasi.

Upaya tersebut dilakukan berkaitan dengan pencegaahan supaya kejadian serupa tidak terulang. “Ini merupakan kejadian di luar dugaan kami. Yang paling penting adalah bagaimana supaya tidak terulang kembali,” ujarnya.

Kedepan, pihaknya akan membuat kebijakan yang dapat mencegah peristiwa kelam itu terulang kembali. Selain itu juga sudah melakukan trauma healing kepada siswa lainnya.

Ditanya tentang korban dan pelaku ia tak menjawab apapun. “Karena anak kan baru saja masuk tiga minggu ini,” pungkasnya. (*)

IKUTI KAMI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: