Susunan Bata Kuno Diduga Struktur Candi Ditemukan Terpendam Di Magelang

BNews–MUNGKID– Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) selama lima hari melakukan ekskavasi area penemuan diduga struktur bangunan candi. Lokasi tidak jauh dari Candi Pawon Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang.

Diketahui BKB sudah melakukan ekskavasi sejak 14 Desember 2020 sampai 18 Desember 2020. Untuk titik penemuan dibawah rerumpunan bambu.

Koordinator Pemanfaatan Balai Konservasi Borobudur Yudi Suhartono menjelaskan, struktur berupa batu-bata tanah liat itu ditemukann oleh petugas. Dimana saat itu petugas sedang menata pembangunan jalan akses Budaya yang menghubungkan Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon.

Saat itu, petugas sedang menggali tanah di titik Sendang Lanang dan Sendang Wadon sisi timur Candi Pawon, atau tepatnya di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur.

“Kami sedang membangun jalan dalam rangka penataan Borobudur sebagai destinasi wisata super prioritas. Kemudian ada kesepakatan dari beberapa pihak pengalian arkeologis untuk melihat apakah di bawah sini ada temuan arkeologis. Ternyata di sini ditemukan reruntuhan bata-bata besar,” katanya dikutip kompas (29/12/2020).

Struktur tersebut berada di bawah rerimbunan pohon bambu dengan kedalaman sekitar 80 centimeter. Ekskavasi berlanjut di sekitarnya dan ditemukan struktur bebatuan alam yang diduga bawah tangga.   

Selain itu, ada pula fragmen stupika atau stupa kecil yang dimungkinkan merupakan bagian dari Candi Pawon. Menurut Yudi, struktur ini berlatar Buddha yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 sampai 10 masehi.

“Kita ekskavasi menemukan fragmen stupika atau stupa kecil. Jadi dugaannya Buddhis. Kemungkinan besar bagian dari Pawon, karena Pawon Buddhis. Karena suatu candi tidak berdiri sendiri, ada bangunan atau pendamping lainnya,” imbuhnya.

Dikatakannya, di sekitar Candi Borobudur juga ada situs Brongsongan dan Dipan yang juga berstruktur berupa batu bata. Meski kedua situ ini berbeda latar, yakni Dipan berlatar Buddhis ditandai adanya stupika, dan Brongsongan berlatar Hindu yang ditandai Yoni.

Saat ini lokasi temuan sudah diberi tanda berupa terpal untuk pengamanan, sembari para peneliti Balai Konservasi Borobudur melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: