TERBONGKAR !!! Makna Angka “46” di Gedung BNI Titik Nol Jogja
- calendar_month Sel, 28 Nov 2023

Gedung BNI 46 di Titik Nol Jogja
BNews-JOGJA– Ketika melewati Titik Nol Jogja, pasti kamu familiar dengan Gedung BNI 46. Eh, ternyata angka 46 itu punya makna loh!
Nah, menurut si Pamong Budaya dari Dinas Kebudayaan Jogja, yang namanya Yunanto Eko Prabowo, angka 46 di belakang BNI itu sebenarnya menandakan tahun diresmikannya bank tersebut.
“BNI 46 ini diresmikan pada tahun 1946 gitu, mulai beroperasi dan berkembang di seluruh Indonesia setelah kelar urusan MAVRO dulu,” jelas Yunanto pas ketemuan sama kami di Dinas Kebudayaan Jogja, hari Selasa kemarin.
Katanya, gedung ini resmi beroperasi tanggal 5 Juli 1946, atas prakarsa seseorang bernama Margono Djojohadikusumo.
Keputusannya tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1946, tujuannya yang untuk menggenjot ekonomi dan keuangan masyarakat Jogja. Waktu itu, BNI 46 diresmikan sama Wakil Presiden kita, Mohammad Hatta. Dan sejak saat itu, cabang-cabang BNI pun pada akhirnya dibuka dan berkembang di seluruh Indonesia.
Dulu, sebelum jadi BNI 46, gedung ini tadinya difungsikan sebagai kantor asuransi Belanda bernama Nederlandsch Indische Levensverekeringen en Lijfrente Maatschappij, atau lebih sering disebut NILLMIJ.
Oh iya, selain itu, gedung ini juga dipake sebagai kantor dagang dan pasar modal Belanda gitu. Jadi di satu gedung aja, ada banyak perusahaan yang berkantor di situ.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Nah, kan ada NHM juga tuh, yang merupakan kantor dagang. Terus ada juga Escompto Maatschappij, itu lembaga keuangan swasta kedua setelah Bank of Java. Dan ada juga bank makelar Buyn & Co, jadi banyak perusahaan yang ada di satu gedung,” kata dia.
Terus pas Jepang nguasain Jogja, Gedung BNI 46 ini dipake jadi kantor radio Jepang, loh.
“Abis itu pas Jepang nguasain Jogja, gedung ini jadi kantor radio Jepang yang namanya Hoso Kyoku,” cerita Yunanto.
Tapi, setelah Jepang kalah, gedung ini kemudian difungsikan jadi studio siaran radio MAVRO. MAVRO ini sebenarnya adalah embrio dari Radio Republik Indonesia (RRI) gitu.
“Setelah Jepang kalah, gedung ini dipake jadi siaran radio Mataramsche Vereeniging voor Radio Omroep atau yang kita kenal sebagai MAVRO. Nah, MAVRO ini yang akhirnya jadi cikal bakal RRI. Di masa itu, RRI Jogja juga punya sebutan radio perjuangan, karena turut berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia,” paparnya.
Gituloh ceritanya tentang Gedung BNI 46 yang nggak cuma jadi landmark Jogja, tapi juga penuh dengan sejarah. (*/dikutip Detik Jogja)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar