UNIK !!! Pengrajin Gitar Bambu Di Magelang Memproduksi Berdasarkan Pranata Mangsa

BNews–MAGELANG– Seorang musisi asal Magelang ini tidak kehabisan akal untuk tetap berkarya. Dimana menjadi pengrajin gitar yang unik dan berbeda dari lainnya.

Ia adalah seorang musisi bernama Arlisz atau yang memiliki nama asli  M Mukhlis. Dirinya membuat Gitar Bambu di rumahnya yang berada di Desa paripurno Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang.

Arlizs sapaan akrabnya mengatakan bahwa baginya bambu lebih responsif terhadap getaran suara dari senar.

Sebenarnya olahan bambu menjadi gitar tak terlalu asing. Ada banyak orang telah lebih dulu mengolahnya dan Arlisz bukan orang pertama.

Cari saja lewat mesin pencari Google dengan kata kunci “gitar bambu”. Namun, barangkali hanya Arlisz seorang yang membuat gitar bambu dengan metode pranata mangsa.

Pranata mangsa ialah semacam penanggalan yang berkaitan dengan musim menurut pemahaman suku Jawa, terutama dari kalangan petani dan nelayan. Petani akan mulai menanam dan nelayan akan melaut ditentukan musim yang mengacu sistem kalender masehi (solar calendar).

Tahap penggarapan gitar, kata Arlisz, diawali memilih bambu dengan perhitungan hari pasaran. Kemudian menebangnya, itupun mesti memiliki etika seperti pantang membelakangi arah kiblat.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Lalu, katanya bambu direndam di air beberapa waktu. Bahkan sampai berbulan-bulan, dan terakhir proses pengeringan.

“Habis itu baru kita olah jadi bilah bambu untuk bahan gitar. Setelah itu, masih kita seleksi antara tekstur bambunya untuk estetika. Terus yang paling penting seleksi nada. Jadi di antara bilah bambu yang kita sambung jadi lembaran, itu satu nada semua,” katanya.

Untuk satu gitar, kurang lebih butuh satu bulan pengerjaan. Bahan dominan yang dipakai jenis bambu petung, selebihnya bambu jawa atau hitam untuk aksesoris.

Sampai sekarang, dua buah gitar terselesaikan. Model pertama semi klasik, model kedua semi modern.

Dia menekankan gitar buatan pertamanya menjadi basis riset untuk produk sejenis selanjutnya. Umur bambu keduanya juga berbeda. Gitar pertama berasal dari bambu berusia tua, sedangkan gitar kedua berbahan bambu dengan usia tak terlalu tua.

“Seandainya riset sudah selesai, kami berani memasarkan dengan gaya kami sendiri, dengan filosofi kami sendiri,” sambungnya.

Ia mengakui produknya masih terus riset dan observasi. Dia pun merintisnya kala pandemi Covid-19 baru saja tersebar. Terlebih banyak pekerjaan menyanyi dibatalkan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Arlisz berkenalan dengan bambu lantaran penasaran akan keawetannya dalam berbagai produk, terutama untuk konstruksi bangunan. Rasa ingin tahu atas “rahasia” keawetan bambu begitu besar, bertemulah dia dengan sistem pranata mangsa.

“Niat saya, di samping melestarikan budaya, nguri-uri budaya, sebenarnya kebutuhan memenuhi hasrat penasaran saya,” ujar pria berusia 32 tahun tersebut.

Sudah ada yang menawar gitar berjenama “MMS” itu senilai Rp6 juta. Namun, kebiasaan enggan melepas karya pertama, mengurungkan Arlisz menjualnya. Sangat fundamental, begitu alasannya. Bisa saja memproduksi gitar secara banyak dan cepat, tetapi dia bersikeras ingin memiliki gaya dan filosofi yang orisinal.

Tak berhenti di gitar, Arlisz ingin mencoba kemungkinan lain. Yakni pemberdayaan masyarakat lewat olahan-olahan lain berbahan bambu.

“Ke depannya, saya ke arah pemberdayaan masyarakat (untuk) edukasi. Ketika kita memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita dan kita olah menjadi sesuatu, otomatis punya nilai jual lebih,”  pungkasnya. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: