Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Warga Bantul Antusias Ikut Program Transmigrasi 2025, Tetapi Baru 10 KK Bisa Diberangkatkan

Warga Bantul Antusias Ikut Program Transmigrasi 2025, Tetapi Baru 10 KK Bisa Diberangkatkan

  • calendar_month Kam, 12 Jun 2025

BNews-JOGJA– Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul secara resmi telah membuka pendaftaran untuk program transmigrasi tahun 2025.

Meskipun antusiasme masyarakat cukup tinggi, Disnakertrans Bantul hanya memproyeksikan pemberangkatan 10 kepala keluarga (KK) pada tahun ini. Hal itu menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran daerah.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul, Rumiyati, mengungkapkan bahwa puluhan KK telah mendaftar, termasuk 40 KK yang sudah mengajukan diri sejak sebelum tahun 2025. Namun demikian, kuota resmi dari pemerintah pusat hingga kini masih belum ditetapkan.

“Yang 10 KK itu bukan kuota resmi, melainkan target anggaran dari Bantul. Kuota DIY tahun ini total 35 KK, tapi kami belum tahu jatah pasti untuk Bantul,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).

Adapun lokasi tujuan transmigrasi tahun ini direncanakan berada di Paser (Kalimantan Timur) dan Sukamara (Kalimantan Tengah).

Meski demikian, pembagian lokasi serta teknis pelaksanaannya masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat.

Program transmigrasi 2025 akan mengadopsi pola Trans Karya Nusantara, yang memfokuskan pada penempatan transmigran berdasarkan keahlian serta kesiapan usia kerja produktif.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Komposisi peserta juga telah ditentukan, yaitu 25 persen berusia di bawah 35 tahun dan 75 persen di atas 35 tahun, dengan batas usia maksimal 49 tahun.

“Komposisi ini hanya berlaku tahun 2025. Bisa saja tahun depan berubah, tergantung pola transmigrasi yang diterapkan pemerintah pusat,” jelas Rumiyati.

Beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh calon transmigran antara lain memiliki KTP Bantul atau berdomisili minimal dua tahun di Bantul, berstatus menikah untuk calon kepala keluarga (usia 19–49 tahun), serta sehat jasmani dan rohani. Bagi pendaftar lajang di bawah 35 tahun, diwajibkan memiliki sertifikat keahlian serta mengikuti pelatihan komponen cadangan di Magelang selama dua bulan.

“Pelatihan komponen cadangan ini wajib bagi usia muda, dan seleksinya dilakukan oleh TNI AD. Kami hanya memfasilitasi peserta dari Bantul,” tambahnya.

Peserta yang lolos seleksi akan diberangkatkan menggunakan pesawat dan mendapatkan fasilitas lengkap, seperti rumah siap huni, sanitasi air bersih, lahan pekarangan, lahan usaha, bantuan modal Rp15 juta per KK, serta jatah hidup selama 12–18 bulan tergantung pada kondisi lahan.

Namun demikian, terdapat perubahan dalam skema kepemilikan lahan. Jika sebelumnya peserta menerima lahan usaha dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) per individu; kini lahan usaha akan diberikan dalam bentuk SHM komunal, dimiliki bersama oleh kelompok berisi 20 KK.

Kepala Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti, menyatakan bahwa pihaknya menerapkan sistem pendaftaran berkelanjutan. Hal ini berarti warga yang belum diberangkatkan pada tahun ini masih memiliki peluang diberangkatkan tahun depan.

“Untuk keberangkatan biasanya di bulan Oktober–Desember,” jelasnya.

Lebih lanjut, Disnakertrans Bantul berharap program ini tidak hanya menjadi upaya pemindahan penduduk; tetapi juga sebagai strategi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

“Tujuan akhirnya bukan hanya menyejahterakan peserta, tapi juga memajukan wilayah tujuan transmigrasi; lewat pengembangan industri lokal, ketahanan pangan, dan lahirnya kota-kota baru,” kata Istirul. (*/Harjo)

About The Author

  • Penulis: Joe Joe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less