Wow… Sawah-sawah di Magelang Ini Dipenuhi Ikan Arwana

BNews—MUNTILAN— Kecamatan Muntilan di Kabupaten Magelang tidak hanya terkenal dengan kuliner Tape Ketan, namun juga dikenal sebagai sentra budidaya ikan arwana. Salah satu sentra produksi ikan purba terbesar ada di Dusun Sorogenen, Desa Menayu.

Di desa tersebut setidaknya ada tiga peternak arwana. Salah satunya adalah Fajar Sodiq.

Pria 40 tahun itu mengaku kali pertama menggeluti dunia arwana sejak awal tahun 2000. Baru pada tahun 2007 dirinya serius menggeluti budidaya arwana hingga besar seperti sekarang.

”Di sini ada dua jenis ikan arwana. Silver dan silver albino. Arwana silver berwarna perak sementara albino berwarna kuning ,” kata Fajar saat ditemui di kediamannya, Senin (10/8).

Fajar menjelaskan, dirinya memiliki 70-80 kolam di atas lahan kurang lebih 1,5 hektare. Dua kolam diantaranya khusus untuk arwana silver albino. Satu kolam berukuran 8×15 meter diisi 40 ekor.

”Arwana dipasok ke Jakarta dan diekspor ke Tiongkok. Alhamdulillah, selama pandemi justru permintaan naik 20 persen karena saat covid-19 masyarakat larinya ke hobi,” jelasnya.

Ia menerangkan, tidak menjual hasil panen arwana berukuran besar. Melainkan menjual ikan air tawar itu dalam kondisi pecah telur dengan ukuran 6-7 sentimeter.

Loading...

”Untuk silver kita lepas Rp20 ribu perekor dan silver albono Rp300 ribu perekor. Tapi kalau sudah berukuran 15 sentimeter dijual Rp60 ribu dan Rp450 ribu perekor,” terangnya.

Ungkap Fajar, masa panen arwana dilakukan tujuh kali selama bulan Januari hingga Juni. Sedang panen melimpah terjadi di Maret. Omzet sekali panen diakui mencapai puluhan juta rupiah.

”Di luar bulan itu, seperti Agustus ini, kami tidak tidak memiliki stok arwana. Kami saat ini sibuk merawat indukan arwana,” ungkapnya. Diketahui, indukan arwana di Desa Menayu tersebut kurang lebih berjumlah 3 ribu ekor.

Baca juga: Kuliner Mangut Ikan Arwana Muntilan, Harganya Bikin Melongo

Budidaya arwana yang digelutinya praktis menjadi berkah warga Desa Menayu dan sekitarnya. Dalam pengembangan budidaya, Fajar dibantu 30 orang yang merupakan warga setempat.

”Belum warga yang lainnya juga membantu pembesaran. Arwana lepas telur kita dititipkan dan diambil balik saat sudah berukuran 15 sentimeter. Dari arwana, kita memberdayakan masyarakat,” ucapnya.

Dirinya berharap, akan semakin banyak penghobi arwana. Dan muncul budidaya arwana daerah lain di Kabupaten Magelang.

”Kami senang kalau ada budidaya arwana di daerah lain. Kita bisa berbagi, belajar dan jalan bareng,” pungkas dia.

Terpisah, Kepala Desa Menayu Arwanto mengamini jika budidaya arwana yang dilakukan warganya mampu meningkatkan perekonomian. ”Salah satu contoh banyak sawah yang disewa untuk budidaya arwana. Dan Alhamduulillah, itu dapat mengangkat perekonomian warga,” imbuh Arwanto. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: