Jelang Imlek, Umat Tri Dharma Bersihkan Patung Dewa-Dewi di TITD Liong Hok Bio Magelang
- calendar_month Rab, 11 Feb 2026

Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 M, umat Tri Dharma membersihkan kim shin atau patung dewa-dewi di TITD Liong Hok Bio, Rabu (11/2/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 M, umat Tri Dharma membersihkan kim shin atau patung dewa-dewi di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio, Rabu (11/2/2026). Sebelum itu, mereka menjalankan ritual Sang An, sebuah tradisi tahunan yang digelar sekitar sepekan sebelum Tahun Baru Imlek.
Wakil Ketua Harian TITD Liong Hok Bio Magelang Gunawan mengungkap bahwa Sang An merupakan Ritual Sang An merupakan momen mengantar Dewa Dapur ‘naik’ ke istana langit untuk melaporkan segala perilaku manusia selama setahun terakhir, baik dan buruk.
“Sembahyang Sang An itu kita memperingati Dewa Dapur naik ke istana langit guna melaporkan berbagai macam hal yang telah dilakukan seluruh manusia di dunia ini. Perbuatan baik atau buruk,” ungkapnya, Rabu (11/2/2026).
Seusai sembahyang, kegiatan dilanjutkan dengan cuci Kim Shin, pembersihan patung dewa-dewi atau rupang dan seluruh area kelenteng.
“Di Liong Hok Bio, ada sekitar 15 altar. Tuan rumahnya di sini adalah Kongco Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Bumi,” jelas Gunawan.
Dia memaparkan, umat atau petugas altar yang membersihkan Kim Shin diwajibkan menjalani laku khusus sebelum menyentuh rupang.
“Mereka harus menerapkan vegetarian atau tidak memakan daging selama kurang lebih dua hari. Ketika hari ini akan membersihkan altar, memegang patung dewa-dewi maka kondisi tubuh suci. Kemudian harus diniati dengan niat yang tulus,” paparnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Imlek tahun ini menandai Tahun 2577 Kongzili atau 2026 Masehi, yang dikenal sebagai Tahun Kuda dengan unsur Api.
Menurut Gunawan, Kuda Api melambangkan semangat, daya juang, dan optimisme. “Tahun Kuda Api itu harus semangat, terus berpacu untuk meraih kesuksesan dan rezeki,” ujarnya.
“Kami berdoa untuk Indonesia agar di Tahun Kuda Api nanti lebih kuat, para pemimpin dan jajaran pemerintahan semakin semangat memajukan dan memakmurkan bangsa,” sambungnya.
Ritual Sang An merupakan bagian dari rangkaian panjang perayaan Imlek di TITD Liong Hok Bio. Sebelumnya telah digelar sembahyang Bwee Gwee, dua pekan sebelum Imlek, sebagai ungkapan syukur kepada Dewa Bumi.
Setelah Sang An, umat akan mengikuti sembahyang malam pergantian tahun. Kemudian pada hari keempat Imlek digelar ritual Toa Pekong Turun atau Cie Ang, disusul Phai Thien Kong pada hari kedelapan dan kesembilan. Seluruh rangkaian ditutup dengan perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15.
Lanjut Gunawan, Cap Go Meh biasanya diramaikan kirab keliling kota, namun tahun ini dipastikan ditiadakan karena bertepatan dengan Ramadan.
“Perayaan tetap ada, tapi lebih sederhana. Lontong Cap Go Meh tetep ada, pengurus berencana membagikan 1.000 porsi lontong secara gratis kepada masyarakat. Dibagikan pas momen buka puasa,” pungkasnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar