PDP Corona Kota Magelang Bertambah Dua Orang, Berikut Sebarannya

BNews—MAGELANG— Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang kembali memperbarui data kasus virus corona. Ada tambahan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sehingga jumlahnya saat ini sebanyak 23 kasus.

Data terbaru hari ini, (14/4) pukul 18.00 WIB, dikonfirmasi ada dua tambahan kasus PDP. Data yang dihimpun Borobudur News dari laman resmi Pemerintahan Kota (Pemkot) Magelang, covid19.magelangkota.go.id kedua PDP berasal dari daerah Magelang dan Rejowinangun Selatan.

Dari total 23 PDP ada empat kasus masih dirawat. Yakni tiga kasus di RSUD Tidar dan satu kasus di RSJ dr Soerojo Magelang.

Sementara ada 16 kasus dipulangkan. Dengan rincian tujuh orang masih dalam pantauan dan sembilan lainnya dinyatakan sembuh.

Kasus PDP yang pulang yakni dari Rejowinangun Selatan, Magelang dan Kramat Utara (masing-masing dua kasus). Jurangombo Utara, Jurangombo Selatan, Tidar Utara, Tidar Selatan, Cacaban, Rejowinangun Utara, Kedungsari, Kramat Selatan, Potrobangsan dan Wates (masing-masing satu kasus).

Kemudian terdata empat kasus dirawat dari daerah Jurangombo Selatan, Tidar Utara, Magelang dan Kramat Selatan. Lalu satu kasus sedang dirujuk dari daerah Kramat Selatan dan dua kasus dinyatakan meninggal berasal dari Magersari dan Kemirirejo.

Sehingga jumlah kasus PDP yang tersebar di Kota Magelang ada di daerah Magelang dan Kramat Selatan (masing-masing tiga kasus). Jurangombo Selatan, Rejowinangun Selatan, Tidar Utara, dan Kramat Utara (masing-masing dua kasus).

Selanjutnya, Jurangombo Utara, Magersari, Tidar Selatan, Cacaban, Kemirirejo, Rejowinangun Utara, Kedungsari, Wates dan Potrobangsan (masing-masing satu kasus). Kemudian ada 85 orang dari 213 Orang Dalam Pantauan (ODP) sudah dinyatakan sehat. Serta 128 diantaranya masih dipantau dan tidak ada yang dirawat.

Saat ini, Pemkot Magelang terus mengupayakan penanggulangan covid-19. Salah satunya dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp45 miliar.

”Anggaran tersebut dirumuskan untuk pencegahan. Antara lain aspek medis, ekonomi, dampak sosial dan lain sebagainya,” tutur Sekda Kota Magelang Joko Budiyono. (mta/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: