Perkaya Konten Edukasi, PT TWC Gelar Workshop Pendalaman Materi Candi Borobudur

BNews–MAGELANG– Dukungan penuh untuk pengembangan Candi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas terus dilakukan. Termasuk PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (persero) atau TWC.

Mereka melakukan berbagai upaya mendukungnya. Salah satunya dengan mengembangkan Interpretive Product berbasis Education Value.

Dalam rangka pendalaman konten edukasi menuju Interpretive Product tersebut, TWC menyelenggarakan sebuah Workshop. Yakni tentang Pendalaman Materi Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon di Avadhana Hall, Manohara Hotel; kompleks Taman Wisata Candi Borobudur.

Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu yang pertama Andi Putranto, S.S., M. Sc. (Aksiologi Ilmu Arkeologi, Dosen Ilmu Arkeologi FIB Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dimana Ia yang mengupas mengenai Borobudur Landscape, baik Landscape (Bentang Lahan), Landscape Archaeology, maupun Cultural Landscape.

Untuk narasumber kedua yaitu Drs. Handaka Vijjananda, Apt., yang merupakan pendiri Ehipassiko Foundation sekaligus Penulis Cerita Relief Borobudur. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan materi mengenai Ikonografi Relief Tri Candi.

Marketing & Sales Vice President TWC, Pujo Suwarno mengatakan bahwa tujuan dari penyelenggaraan Workshop ini adalah dalam rangka memperkaya materi konten edukasi. Yakni untuk  menuju Quality Tourism & Sustainability Tourism Candi Borobudur.

“Candi Borobudur ini magnetnya sangat luar biasa. Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas, hal ini menjadi sebuah motivator bagi TWC. Yakni untuk mengembangkan Interpretive Product berbasis Education Value”, katanya (29/4/2021).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia juga mengungkapkan, untuk para peserta Workshop ini adalah para pelaku wisata sekitar Borobudur, komunitas Kita Muda Kreatif (mitra binaan UNESCO); para pelukis Borobudur dan internal TWC yang banyak berinteraksi dengan pengunjung.

“Candi Borobudur ini merupakan sebuah perpustakaan besar yang menyimpan begitu banyak narasi terkait sejarah, falsafah kehidupan, dsb. Hal inilah yang akan kami sampaikan kepada masyarakat melalui ragam Interpretive Product yang sedang kami bentuk, yang kami kolaborasikan dengan Local Power kawasan Borobudur. Yakni menuju pariwisata berkelanjutan (Sustainability Tourism). Untuk itu kami menggandeng rekan-rekan pelaku wisata untuk bersinergi guna mewujudkan Quality Tourism Borobudur”, paparnya.

Sementara Andreas, salah satu peserta menyampaikan bahwa Workshop ini memberikan tambahan wawasan tentang Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon.

“Sangat bermanfaat bagi kami karena memberikan gambaran yang lebih jelas tentang relief-relief yang ada didalamnya. Narasumber mengupas relief-relief candi dengan interpretasi yang sangat mudah dipahami, sehingga bisa dijadikan bahan storytelling yang lebih kaya dan menarik buat kami para pemandu. Kami merasa sangat beruntung diberikan kesempatan mengikuti acara ini”, kata Andreas.

Sedangkan peserta lain Agra Locita berpendapat kegiatan ini menjadi pembelajaraan yang menarik. Informasi yang menambah wawasan melihat kawasan Borobudur dari sisi landscape dan juga cerita – cerita artefak .

“Cerita – cerita artefak bisa dikemas menjadi pembelajaraan menarik dan kreatif untuk generasi saat ini”, kata Agra. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: