Petani Magelang Diharapkan Tertib Bayar Premi Asuransi Usaha Tani Padi Paska Panen

BNews–MAGELANG– Para petani tidak selalu sukses atau lancar sampai musim panen mereka. Faktor cuaca ekstrim dan hama sering menyebabkan para petani gagal panen.

Oleh karena itu Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Magelang memberikan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Seperti yang dilangsir oleh Beritamagelang.

“Untuk AUTP dari APBD I target 500 ha realisasi 100%,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Romza Ernawan di kantornya, Selasa (25/5/2021).

Dijelaskan Romza, asuransi itu merupakan program terbaik untuk melindungi petani dari kerugian gagal panen.

Premi akan dibayarkan dengan ketentuan klaim tanaman padi rusak mencapai 75 persen. Pertanggungan premi adalah Rp 6 juta per hektarnya.

Uang premi tersebut dapat digunakan untuk membiayai masa tanam berikutnya.

Menurut Romza, pada APBD II, target asuransi 800 hektar tanaman padi dan realisasinya mencapai 745,2 hektar atau 93,2 persen.

“Untuk capaian saat ini target 2.800 hektar dengan realisasi 194,1 atau 6,9 persen,” ujarnya.

Total luas tanaman padi di Kabupaten Magelang mencapai 180.000 hektar lebih.

Secara rinci dijelaskan Romza, pembayaran premi AUTP yaknk APBD I  sebesar 100 % kemudian APBD II sebesar 20 % dan ditambah APBN 80 %. Sedangkan APBN itu ditanggung 80 % ditambah 20 % swadaya petani.

Premi asuransi itu untuk menekan kerugian petani dari resiko ketidakpastian akibat gagal panen. Yakni karena dampak perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit atau organisme penggangu tumbuhan.

“Pencairan klaim 6 juta melalui rekening Poktan digunakan untuk biaya tanam masa berikutnya,” jelas Romza.

Karena pentingnya asuransi itu, Romza berharap agar para petani memiliki  kesadaran tertib membayar iuran premi sebesar Rp36.000/ha di setiap masa panen. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: