Viral, Pelajar Kelas 1 SD di Jogja Dihajar Kakak Kelas Hingga Usus Luka

BNews—JOGJA— Kasus bullying dan kekerasan dialami oleh pelajar SD di Jogjakarta. Bahkan, korban harus menderita sakit di usus karena luka cukup parah.

Kisah bullying dan perundungan itu viral setelah dikisahkan @mummy_Nduty di twitter, kemarin malam. Kini kisah itu sudah viral dan dibagikan ribuan kali.

“Ada apa sih dengan anak sekolah sekarang ini? Anak SD pun sudah mulai gila! Ortu halo ortu, tolong anak-anaknya diperhatikan dengan baik ya. Guru-guru di sekolah please deh lu pada digaji buat ngedidik anak-anak jadi bener, bukan malah cuci tangan dan cari alesan lain buat ngehindar,” tulisnya.

Di pembuka utasnya, @Mummy_Nduty menyertakan tangkapan layar percakapan di WhatsApp soal korban. Menurut obrolan tersebut, pada Senin (27/1/2020) korban, yang masih kelas 1 SD, dipukuli kakak kelasnya yang duduk di kelas 6 saat akan salat duha.

Keesokan harinya korban tak masuk sekolah karena sakit perut hingga ia harus bolak-balik ke RSKIA Sadewa Depok, Sleman, kemudia dirujuk ke RS Bethesda Jogja.

Beberapa hari kemudian di RS Bethesda, korban diharuskan menjalani operasi karena ususnya mengalami luka berat dan infeksi sampai mengeluarkan banyak nanah. Karena kondisi yang parah tersebut, korban disebutkan tak bisa makan selama seminggu dan hanya bisa mendapat asupan saripati lemak dari rumah sakit.

Tak hanya itu, ia juga tak bisa buang air secara normal. Rumah sakit Bathesda yang dikonfirmasi tidak berani membenarkan kisah itu. Namun, ada anak yang dirawat dengan luka sepeti yang dicertiakan itu.

Kepala Humas dan Marketing RS Bethesda Adiatno Priambodo, mengakui ada kesamaan cerita di Twitter dan Facebook dengan salah satu pasien yang masuk ke RS tersebut. Pasien anak berinisial SAGH masuk ke RS tersebut pada Kamis, 13 Februari 2020 lalu. Alamat anak berusia sembilan tahun itu pun sama dengan yang ramai di medsos.

“Kami mendapatkan rujukan pasien anak laki-laki dari RS Sadewa lewat IGD pada 13 Februari lalu ke bangsal anak. Cerita di medsos matching [sama] dengan yang kami temui runtutan ceritanya,” ujarnya kepada SuaraJogja.

Pasien tersebut pada 13 Februari malam harus menjalani operasi di bagian perut. Dua dokter bedah anak pun turun langsung melakukan operasi pada pasien yang bersangkutan, salah satunya dokter bedah anak atas nama dr Yulius Candra. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: