VIRAL !!! Rektor UNY Curhat Soal Mahasiswa Sering Bohongi Orang Tuanya

BNews–JOGJA– Mungkin apa yang disampaikan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini banyak benarnya. Banyak mahasiswa sering membohongi orang tua mereka yang susah payah membiayai kuliah mereka.

Ia adalah Profesor Sutrisna Wibawa yang memang dikenal sebagai salah satu rektor yang melek media sosial. Kali ini, ia bercerita tentang adanya mahasiswa yang tega membohongi orang tuanya.

Mahasiswa itu mengaku masih aktif kuliah dan masih meminta jatah uang kuliah tunggal (UKT) kepada orang tuanya. Padahal, usut punya usut, si mahasiswa sudah di drop out (DO) dari kampus.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Ceritanya tersebut viral di media sosial dan mendapat banyak komentar netizen. Dimana postingan tersebut diunggah di akun Twitter dan juga Instagramnya @sutrisna.wibawa.

Seakan ingin menyampaikan pesan akan besarnya pengorbanan orang tua dalam membiayai pendidikan anak, Sutrisna menyertakan sebuah foto yang menyayat hati. Foto tersebut menunjukkan adanya seorang kakek berpeci yang sedang menuntun sepeda bermuatan keranjang bambu.

“Beberapa hari yang lalu, ada beberapa orang tua mahasiswa datang ke kampus. Memohon keringanan UKT untuk anaknya karena katanya dulu sudah mengajukan tapi tidak disetujui oleh pihak universitas.

Loading...

Setelah kami cek, ternyata mahasiswa yang bersangkutan mendapatkan pemotongan, bahkan ada yang sampai dibebaskan UKTnya, namun mereka tidak menyampaikan hal tersebut dan tidak jujur kepada orang tuanya. Sehingga orang tua tetap memberikan uang UKT full, tapi uang tersebut entah dipake apa oleh sang anak,” tulis Sutrisna.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Ia menyampaikan bahwa kasus-kasus demikian kerap terjadi. Bahkan sampai ada yang masih meminta uang untuk kuliah praktik dan lainnya meski sejak awal pandemi, kampus mengurangi kegiatan tatap muka dan menghilangkan beberapa praktik perkuliahan dan mengganti dengan hal lain.

Rektor yang dikenal gaul di kalangan mahasiswanya itu merasa sedih atas ulah mahasiswanya itu.

“Kadang jika teringat kelakuan-kelakuan mahasiswa seperti itu saya sangat sedih, kenapa mereka sampai tega menipu orang tuanya sendiri? Padahal mereka bersusah payah demi anaknya agar bisa memberikan yang terbaik , tapi si anak tidak bisa menjaga amanah tersebut,” lanjut Sutrisna.

Ia pun menjadi teringat saat masih menjadi Sesditjen Belmawa Kemristek Dikti. Kala itu, ia pernah memenuhi undangan wisuda di sebuah universitas. Saat acara akan dimulai, ada sepasang orang tua yang kebingungan di luar gedung. Ketika dikonfirmasi, mereka sedang mencari anaknya yang akan diwisuda hari tersebut.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Beberapa hari sebelumnya si anak menelepon, memberi kabar jika hari itu akan diwisuda. sehingga kedua orang tuanya sengaja datang dari kampung sampai menjual kambing untuk menyewa mobil demi menghadiri wisuda sang anak.

Namun saat dicek pihak universitas ternyata anak bersangkutan sudah DO 2 tahun sebelumnya. Tapi kepada kedua orang tuanya mengaku masih kuliah, setiap semester masih minta uang untuk SPP dan perbulannya meminta uang bekal.

“Astagfirullah,” tulis Sutrisna.

Ia pun berpesan, jika tidak bisa membuat orang tua bahagia, maka jangan membuat mereka bersedih, jangan terlalu membebaninya, jaga nama baik mereka, dan doakan mereka di setiap ibadah. “Jangan diperbudak oleh gaya hidup sehingga lupa akan mereka,” pesannya.

Ikut gemas dengan ulang para mahasiswa itu, warganet pun memberikan beragam komentar dalam unggahan sang rektor.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Speechless e Pak, terutama yg kisah orangtua menghadiri wisuda, tapi anaknya ga ada,” tulis @beizi.so.

“Ya Allah sedih banget bayanginnya. Aku sebagai mantan mahasiswi yg kuliah sambil kerja sampai lulus sakit hati bacanya. Wahai adik-adik, cari uang itu susah ? hargailah orang tua yg masih mampu bahkan berusaha untuk mampu menyekolahkanmu ,” timpal @ade.muharni1

“Orang tua sendiri aja dibohongin, gmn nanti kl mrk jadi pejabat publik?,” tulis @pryabiasa. (*/Lubis)

JALAN JALAN KE MAGELANG BISA PILIH LOKASI WISATA DISINI (KLIK)
View this post on Instagram

TOLONG HARGAI PENGORBANAN ORANG TUA KALIAN, JANGAN TIPU MEREKA! Beberapa hari yang lalu, ada beberapa orang tua mahasiswa datang ke kampus. Memohon keringanan UKT untuk anaknya karena katanya dulu sudah mengajukan tapi tidak disetujui oleh pihak universitas. Setelah kami cek, ternyata mahasiswa yang bersangkutan mendapatkan pemotongan, bahkan ada yang sampai dibebaskan UKTnya, namun mereka tidak menyampaikan hal tersebut dan tidak jujur kepada orang tuanya. Sehingga orang tua tetap memberikan uang UKT full, tapi uang tersebut entah dipake apa oleh sang anak. Kasus-kasus demikian ternyata bukan sedikit, tapi banyak sekali. Bahkan sampai ada yang masih meminta uang untuk kuliah praktek dll Padahal sejak awal pandemi kampus mengurangi kegiatan tatap muka dan menghilangkan beberapa praktek perkuliahan dan mengganti dengan hal lain. Kadang jika teringat kelakuan-kelakuan mahasiswa seperti itu saya sangat sedih, kenapa mereka sampai tega menipu orang tuanya sendiri? Padahal mereka bersusah payah demi anaknya agar bisa memberikan yang terbaik , tapi si anak tidak bisa menjaga amanah tersebut. Teringat pula dulu, saat masih menjadi Sesditjen Belmawa Kemristek Dikti. Saya pernah memenuhi undangan wisuda di sebuah universitas. Saat acara akan dimulai, ada sepasang orang tua yang kebingungan di luar gedung. Ketika dikonfirmasi, mereka sedang mencari anaknya yang akan diwisuda hari tersebut. Beberapa hari sebelumnya si anak menelpon, memberikabar jika hari ini akan diwisuda, sehingga kedua orang tuanya sengaja datang dari kampung sampai menjual kambing untuk menyewa mobil demi menghadiri wisuda sang anak. Namun saat dicek pihak universitas ternyata anak bersangkutan sudah DO 2 tahun sebelumnya. Tapi kepada kedua orang tuanya mengaku masih kuliah, setiap semester masih minta uang untuk SPP dan perbulannya meminta uang bekal. Astagfirullah. Pesan saya: jika tidak bisa membuat mereka bahagia, maka jangan membuat mereka bersedih, jangan terlalu membebaninya, jaga nama baik mereka, dan doakan mereka disetiap ibadahmu. Jangan diperbudak oleh gaya hidup sehingga lupa akan mereka.

A post shared by Sutrisna Wibawa (@sutrisna.wibawa) on

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: