Warga Vs Pengusaha di Konflik Arung Jeram Balong Mungkid

BNews—MUNGKID– Wisata Arung Jeram Balong Jati Park terbentur sengketa tanah. Pasalnya ada oknum yang mencaplok tanah yang berstatus tanah bengkok tersebut dan menjualnya.

Ketua RW 4 Cekelan, Blondo, Mungkid, Agus Haryono mengatakan bahwa warga sempat kaget saat tiba-tiba ada larangan kegiatan arung jeram yang sudah biasa dilakukan. “Balong Jati Park dari kecil milik orang Blondo. Tahu-tahu ada yang mempermasalahkan,yakni pengusaha Inneke Handoyo,” katanya (1/12)

Disebutkan juga saat ini tanah tersebut diklaim milik seorang pengusaha, Inneke Handoyo. Ia tidak tahu kapan persisnya tanah itu telah beralih tangan.

“Sejak dua bulan lalu kegiatan arung jeram mulai dipersoalkan. Kan orang-orang sini bingung. Tahunya tanah GG (Gubernur General). Tahu-tahu disertifikatkan,” imbuhnya.

Agus Haryono menduga hal tersebut ada campur tangan Kepala Desa Blondo, Suharto Udi, yang memiliki peran mengubah peta desa dengan mangapus tanah bengkok. “Yang melegalisasi kan Pak Harto selaku Kepala Desa. Ini saya kejar letter C tidak pernah muncul,” paparnya.

“Dari BPN mau mengukur saya tidak boleh,” jelasnya.

Selain itu, Agus menemui kejanggalan dalam proses yang dilakukan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional. “Pembuatan sertifikat itu, gambar, patok, baru sertifikat. Ini ada keanehan. Sertifikat sudah jadi baru matok baru ngukur. Syarat pembuatan sertifikat ada jual beli. Setelah ada jual beli itu tetangga perbatasan tanah harus diberi tahu. Dipatok baru jadi sertifikat,” paparnya.

Pihaknya saat ini mengajukan penolakan atas sertifikat yang dikeluarkan BPN. Kemarin pihaknya beserta 75 warga hadir dalam penyuluhan hukum yang diadakan Kemenkumham.

“Mereka sepakat untuk mengajukan gugatan atas tanah bengkok yang diklaim menjadi milik privat tersebut,”pungkasnya. (bsn)

Nb : Berita ini telah diedit (6/12) Pukul 15.00 wib. Pada paragraf ke enam terkait kalimat pencaplokan dihapus oleh redaksi dikarenakan belum ada konfrimasi. Kami meminta maaf kepada pihak terkait, untuk berita klarifikasinya ada di website kami.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: