4 Wilayah Di Indonesia Disebut Sebagai Kampung Janda

BNews–NASIONAL-– Ternyata di Indonesia punya banyak kampung janda, tapi ada empat di antaranya sangat populer.

Istilah kampung janda ditabalkan pada perkampungan yang mayoritas penduduknya adalah wanita yang ditinggal mati suami maupun sudah bercerai.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini tiga kampung janda yang terkenal.

  1. Desa Ciburayut

Desa Ciburayut dijuluki Kampung Janda karena mayoritas penduduknya adalah wanita yang ditinggal mati suaminya. Ciburayut ada di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rata-rata laki-laki pekerja di desa ini adalah penambang pasir. Akibat dari risiko pekerjaannya itu, tak sedikit dari mereka yang mengalami kecelakaan hingga akhirnya meregang nyawa. Mulai dari terjatuh, tertimbun, hingga sakit karena kelelahan.

Kemudian sebagian juga ada yang menikah di bawah umur. Kemudian suaminya meninggal dunia, sehingga tak sedikit yang sudah menyandang status janda di usia muda.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
  1. Kompleks Arbain Pasuruan

Kompleks perumahaan Arbain Pasuruan berada di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ada 40 rumah rumah deret di sini, semuanya dihuni oleh janda.

Mereka tidak dikenakan biaya sewa selama tinggal, hanya diwajibkan membayar tagihan listrik saja.

Bagi janda yang ingin tinggal di kompleks ini, maka sebelumnya harus diketahui secara pasti latar belakangnya. Termasuk akta cerai yang menegaskan, bahwa ia adalah benar-benar janda.

  1. Kampung Janda Batuah

Kampung Janda Batuah ada di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sekitar 90 persen janda yang menghuni kampung ini karena ditinggal mati suaminya.

Para janda itu kebanyakan memilih tak menikah lagi. Mereka bertahan dengan mencari nafkah untuk menghidupi dirinya sendiri hingga keluarganya.

Rata-rata usia perempuan yang tinggal di Kampung Batuah ini sekitar 50 tahun ke atas. Di antaranya, terdapat janda yang masih berusia muda yaitu sekitar umur 25 tahun.

  1. Dukuh Kalang Bangi Wetan, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunung Kidul

Perlu diketahui perdukuhan ini ditempati oleh 93 kepala keluarga. Dari 93 kepala keluarga, ternyata 26 di antaranya berstatus janda.

Kepala Dukuh Kalang Bangi Timur, Raden Tri Prabowo, mengakui memang tidak sedikit warganya yang berstatus janda dan penduduk lelakinya lebih sedikit dibanding dengan perempuan. Bahkan karena sedikit, masjid yang mereka miliki tidak menyelenggarakan salat Jumat.

“Kalau jemaah tidak genap 40 orang, katanya tidak boleh Jumatan. Tapi, di sini tidak bisa dipisahkan dengan Pedukuhan Ngeposari,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: