Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » AHY: 3 Minggu Tak Bersuara, Moeldoko Bohong Lagi

AHY: 3 Minggu Tak Bersuara, Moeldoko Bohong Lagi

  • calendar_month Sel, 30 Mar 2021

BNews—NASIONAL— Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut bahwa pernyataan Moeldoko dianggap bohong. AHY pun sempat menunggu pernyataan Moeldoko setelah tiga minggu, namun pernyataan itu dinilai kurang berbobot dan bohong.

”Kita pikir, setelah lebih dari tiga minggu tak bersuara, KSP Moeldoko akan mengeluarkan argumen yang bernas, ternyata cuma pernyataan yang bohong lagi,” kata AHY saat konferensi pers di Gedung PP Demokrat, Senin (29/3).

AHY menuding, kebohongan kubu Moeldoko bukan sesuatu yang baru. Dia menilai Moeldoko tidak memperdulikan etika dan nilai-nilai moral yang dipedomani sebagai bangsa yang beradab.

”Kini para kader Demokrat dan masyarakat luas mempertanyakan, mohon maaf, kapasitas KSP Moeldoko. Bagaimana mungkin pejabat petinggi Negara mengambil keputusan secara serampangan, gegabah, emosional dan jauh dari akal sehat,” ujar dia.

Dia menjelaskan, pada AD/ART Partai Demokrat tahun 2020 yang telah disahkan pemerintah, menyatakan bahwa untuk sahnya penyelenggaraan KLB, harus memenuhi beberapa syarat. Salah satunya yakni harus atas permintaan paling tidak 2/3 dari 34 Ketua DPD dan ½ dari 514 Ketua DPC sebagai pemegang hak suara yang sah.

”Sementara faktanya, persyaratan tersebut sama sekali tidak dipenuhi. Lalu bagaimana mungkin KSP Moeldoko merasa bahwa KLB Deli Serdang itu sah dan legitimate. Sehingga menerima dan mengklaim dirinya didaulat sebagai Ketua Umum?,” jelas dia.

”Ini artinya KSP Moeldoko bohong lagi. Jangan sampai karena merasa terpojok oleh perbuatannya, kemudian kedepan, memproduksi kebohongan baru. Disisi lain, jika yang bersangkutan menyangkal kebohongan-kebohongan itu, maka ia harus mengakui telah ditipu oleh makelar politik,” sambungnya.

Kendati demikian, AHY menyatakan bahwa pintu maaf masih terbuka untuk Moeldoko. Meski para kader dan simpatisan Partai Demokrat merasa marah dan kecewa.

”Selama motif dan sikap ini terus mereka pertahankan, maka selama itu pula kami akan bersatu padu melawannya,” pungkasnya. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less