Daftar Menteri Kesehatan yang Mengundurkan Diri Akibat Krisis Penanganan Covid-19

BNews–NASIONAL– Pandemi Covid-19 hampir melanda seluruh negara di Dunia ini. Akibatnya di tengah krisis penanganan pandemi virus corona, Menteri Kesehatan (Menkes) di sejumlah negara harus rela diganti atau mundur karena kondisi yang makin memburuk.

Menjaga amanah sebagai seorang pejabat negara memang tidak lah mudah, khususnya berkaitan dengan hajat hidup rakyat.  

Setidaknya ada lima Menteri Kesehatan yang dipecat dan mundur di tengah krisis pandemi virus corona. Berikut Borobudurnews.com merangkumnya:

Beda Pendapat dengan Presiden Jair Bolsonaro, Menkes Brasil Dipecat

Presiden Brasil Jair Bolsonaro memecat Menkes Luiz Henrique Mandetta pada 16 April. Pemecatan ini merupakan ujung dari bentrok keduanya yang tidak saling sepakat dalam penanganan virus corona di Brasil.  

Keduanya berselisih pendapat tentang perlu tidaknya isolasi di masyarakat dalam menekan penyebaran virus corona. Mandetta ingin Bolsonaro benar-benar melakukan pembatasan masyarakat dan isolasi bagi yang terinfeksi.

Sementara, Bolsonaro berbeda pendapat dengan Mandetta, bahwa isolasi itu tidak perlu dan bisa membahayakan perekonomian Brasil. Bolsonaro juga meminta warganya untuk terus bekerja demi mendorong ekonomi Brasil.

Posisi Menkes pun diemban Nelson Teich, seorang ahli onkologi yang sempat digadang-gadang menjadi salah satu menteri Bolsonaro pada 2018.

Pengganti Menkes Brasil Mundur Kurang dari Sebulan Bekerja

Jajaran menteri Bolsonaro kembali goyah setelah posisi Menkes kembali kosong usai Nelson Teich mengundurkan diri pada 15 Mei. Padahal Teich belum genap sebulan bekerja.

Teich dikecam Jair Bolsonaro karena terlalu takut dalam mendorong upaya membuka kembali ekonomi dan menganjurkan penggunaan obat antimalaria dalam melawan virus corona padahal tak ada bukti ilmiah.

Teich merasa kaget, Bolsonaro mengizinkan pusat kebugaran atau gym dan salon kecantikan kembali dibuka saat virus corona di Brasil melonjak pesat. Teich sebenarnya masih satu suara dengan Mandetta yang mendukung adanya pembatasan dan upaya pemerintah bekerja keras menekan penularan virus corona.

Menkes Selandia Baru Mundur Setelah Muncul Kasus Baru Corona

Menkes Selandia Baru, David Clark, mengundurkan diri dari jabatannya pada 2 Juli, setelah munculnya kasus baru penularan virus corona.

Bahkan, Clark mengakui melakukan sejumlah kesalahan dalam penanganan virus corona. Ia juga sempat dikecam karena dua kali melanggar aturan lockdown karena ketahuan membawa keluarganya ke pantai dan berkendara ke jalur sepeda gunung.

“Sudah semakin jelas bahwa saya berperan mengganggu perhatian pemerintah untuk merespons COVID-19 dan pandemi global,” kata Clark dalam konferensi pers di Wellington, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/7).

Perdana Menteri Jacinda Ardern sempat menolak pemberhentian Clark. Namun akhirnya menunjuk Menteri Pendidikan Chris Hipkins sebagai Menkes sementara.

Menkes Chile Dipecat karena Corona Memburuk

Presiden Chile Sebastian Pinera memecat Menkes Jaime Manalich di tengah semakin melonjaknya angka kematian akibat virus corona, Juni lalu.

Manalich disebut tidak melakukan cukup upaya dalam melaksanakan tugas sulit dalam melindungi warga. Ia juga mendapat hujan kritik dari berbagai pihak lantaran menolak mengungkapkan data penularan kasus lebih rinci.

Manalich juga dianggap terlambat memberlakukan lockdown. Perseteruan antara pejabat di Kemenkes Chile juga memperkeruh kondisi. Padahal, Manalich sempat mendapat pujian atas kebijakannya untuk terus menyediakan ventilator dan APD.

Manalich pun akhirnya digantikan oleh Oscar Enrique Paris, seorang akademis dan doktor di bidang medis.

Menkes Ceko Mundur karena Lonjakan Kasus Corona

Lonjakan kasus virus corona di Republik Ceko berujung pada lengsernya Menkes Adam Vojtech. Ia mengundurkan diri pada Senin (21/9) setelah menuai beragam kritik karena lonjakan kasus virus corona.  

Meski demikian, sejumlah politikus Ceko menganggap Vojtech dijadikan kambing hitam. Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis, pun telah mengumumkan pengganti Vojtech adalah ahli epidemiologi, Roman Prymula.  

Lonjakan kasus virus corona di Ceko terjadi usai pembatasan kegiatan masyarakat dicabut. Kini, infeksi virus corona di Ceko meningkat dua kali lipat, tercepat kedua di Eropa setelah Spanyol. (*/Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: