Mengenal Komunitas Rescue Reptil Borobudur

BNews—SALAMAN— Rescue Reptil Borobudur dibentuk oleh Mufti Adi Utomo di Dusun Pongangan Desa Pangayan Ngadirejo  Kecamatan Salaman Magelang. Mereka berdiri sudah sejak lama dengan berbagai tujuan seperti edukasi dan wisata.

Mufti mengatakan, bahwa awalnya dirinya mendirikan ini untuk mengubah mindset masyarakat terhadap ular atau hewan reptil lainnya. “Biasanya masyarakat jika melihat ular hanya ada dua pilihan, lari atau membunuh ular tersebut. Hal tersebut menunjukan bahwa mindset masyarakat bahwa ular itu pasti berbahaya,” katanya (19/1/2020).

Dijelaskannya, bahwa kehidupan ular tersebut sebenarnya juga memiliki fungsi tersendiri. “Ular merupakan salah satu predator di alam liar. Mereka biasanya memangsa hewan seperti tikus yang notabanenya merupakan hama tanama, sebenarnya keberadaan ular sangat membantu,” jelasnya.

Ia juga mengaku dulunya takut dengan ular. Namun Mufti tergolong nekat, Ia mencoba memelihara seekor ular kecil yang dibeli di pasar.

“Saya merawat ular tersebut, dan sering saya pegang-pegang. Dan lama kelamaan jadi suka dengan hewan reptile satu ini,” imbuhnya.

Sejak saat itulah Mufti membentuk Rescue Reptil Borobudur untuk membuka mindset dan mengedukasi masyarakat bahwa tidak semua ular berbahaya.  “Kita ingin membuka mindset masyarakat bahwa ular itu bagus untuk ekosistem. Lalu kita melakukan penelitian tentang ular. Ternyata dari 25 jenis ular yang sering terlihat di kampung kami, hanya lima jenis yang berbisa dan yang lainnya tidak berbahaya,” terangnya.

Puluhan hewan reptil yang dipelihara di kediamannya rata-rata sudah jinak. “Untuk ular yang tidak berbisa itu kebanyakan sudah jinak, karena dibiasakan bertemu dengan manusia,” terangnya

Loading...

Selain sebagai sarana eduksi kepada masyarakat sekitar, Mufti juga membuka lokasinya untuk wisata reptile. Masyarakat yang ingin berkunjung cukup membeli tiket seharga 5000, masyarakat bisa melihat puluhan jenis ular yang dipelihara di reptil resque Borobudur ini.

“Selain ular, ada juga berbagai macam reptil yang lain seperti buaya, kura-kura, dan tokek,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: