Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » REKOR !! Lahan 0,3 Meter di Magelang Jadi Tersempit Kena Tol Jogja-Bawen

REKOR !! Lahan 0,3 Meter di Magelang Jadi Tersempit Kena Tol Jogja-Bawen

  • calendar_month Sel, 24 Des 2024

Sementara itu, Kepala Desa Karangkajen As’ari mengatakan, proyek jalan tol mengenai 2 dusun. Sedangkan satu dusun, yakni Karangtengah, terkena rumah beserta tanahnya nantinya bakal pindah bersamaan.

“(Satu dusun terkena) Nanti kita relokasi 300 meter dari sini (balai desa) ke selatan. Itu ada satu tanah yang agak luas cukup untuk 70 KK,” kata As’ari dikutip detik jateng.

“Jadi akan kita bawa sana semua karena permintaan dari masyarakat kepengin jadi satu kampung. Jadi kita menyediakan seluas 40 ribu meter nanti mungkin 20 ribu meter cukup untuk 70 atau 60 KK. Karangtengah ada 70 KK, termasuk keluarga saya, masyarakat umum itu 63-an KK,” kata dia.

Lokasi yang bakal ditempati tersebut, kata dia, pada awal bulan Januari akan diratakan dan pengkaplingan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

“Jadi tiap KK dapat berapa ratus meter. Nanti, kita bagi dan titik jalannya juga seperti apa sehingga kampung tertata seperti perumahan rapi menghadap jalan semua. Itu biar enak mobilisasi masyarakat,” tegasnya. (*)

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPN Kabupaten Magelang A Yani mengatakan, pihaknya melakukan pembayaran UGR untuk 78 bidang di Desa Karangkajen pada akhir tahun 2024 ini.

“Karangkajen ada 300 bidang lebih, tapi yang sudah memenuhi syarat dan diajukan 78 dan hari ini dilakukan pembayaran,” kata Yani.

“Jumlah bidangnya 78. Luasnya lebih kurang 4,4 hektare dengan jumlah ganti rugi lebih kurang Rp 76 miliar,” sambung Yani.

Para penerima UGR, kata dia, ada satu orang yang terkena 7 bidang, 4 bidang dan 4 bidang. Sedangkan yang terkecil hari ini ada 0,3 meter persegi.

“Nilai terkecil 0,3 meter. Bayangkan 0,3 meter saja, tetap terdeteksi oleh tim saya. Jadi kalau ada misalnya bermeter-meter hilang itu nggak mungkin,” kata dia.

“Itu bukan pertama, yang terkecil 0,3, ada 0,6, ada 0,8. Di desa ini paling kecil 0,3,” pungkasnya. (*/detik)

About The Author

  • Penulis: Pemela

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less