Kunjungan ke Wonogiri, Ganjar Pranowo “Dicegat” Anak TK

BNews—WONOGIRI— Tingkah bocah satu ini cukup menggemaskan. Bagaimana tidak, meski masih bersekolah di Taman Kanak-kanak, dia cukup berani menerobos keramaian dan berdiri di depan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang dicegat nya.

Bocah bernama Hastuti Putri itu tiba-tiba mengagetkan rombongan Gubernur Jawa tengah saat meninjau Desa Banaran Kelurahan Wonoboyo Kecamatan Wonogiri.  “Halo pak, nama saya putri, saya mau salim,” kata Putri sambil mencegat dan melambaikan tangan ke Ganjar di depan jalan.

Advertisements
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


Ganjar yang sempat kaget kemudian merunduk. Menyalami bocah kecil itu. “Namanya siapa?oh Putri. Putri bisa nyanyi tidak, ayo nyanyi,” kata Ganjar.


Tanpa ragu, Putri langsung bernyanyi lagu Balonku Ada Lima. Usai bernyanyi dengan lancar, Ganjar pun memuji Putri dan memberikannya hadiah.

“Kamu hebat, suaranya bagus sekali. Kalau sekolah naik apa?mau saya belikan sepeda tidak,” tanya Ganjar dijawab ‘Iya’ dengan girang oleh Putri.

Ganjar yang didampingi Wagub Taj Yasin, berkunjung ke Desa Banaran untuk memberikan bantuan sembako dan rehab rumah tidak layak huni. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019 yang dihelat mulai Jumat hingga Minggu (23-25/8) nanti.

Selama tiga hari itu, Ganjar bakal mengikuti sejumlah kegiatan. Seperti funbike, bersalawat bareng Habib Syech hingga main ketoprak.

BACA JUGA ; SANDANG GELAR DAENG, GANJAR PRANOWO SEHARIAN KENAKAN BAJU ADAT MAKASAR

Pesta Rakyat HUT Jateng tahun ini diselenggarakan di beberapa titik di Wonogiri. Sebanyak 22 rangkaian acara bakal digelar selama perhelatan berlangsung. Ada pameran UMKM, job fair, bedah rumah, lomba desain batik, Jateng Bersalawat, parade kostum, pertunjukan ketoprak hingga musik dari band Coklat.

“Sampai Minggu saya di sini. Kalau nanti malam bersalawat bareng Habib Syech, besok malam saya main ketoprak. Di sini sampai akhir acara pokoknya,” kata Ganjar usai upacara pembukaan di Alun-alun Wonogiri.

Kemeriahan Pesta Rakyat sudah mulai dipertontonkan sejak upacara pembukaan tersebut. Selain parade kentongan sebagai simbolisasi dimulainya rangkaian acara, juga ada pertunjukan tari kolosal Kethek Ogleng dari ratusan pelajar Wonogiri.

“Hari ini menyenangkan sekali, saya datang disambut oleh kethek. Saya malah membayangkan kalau misalnya mereka menari dalam jumlah seribu orang pasti lebih luar biasa. Dan ternyata Wonogiri itu sejuk banget, padahal saya mengira panas,” terangnya.

Tari Kolosal Kethek Ogleng itu merupakan pengibaratan kerja tangkas sekaligus guyub yang ditunjukkan warga Jawa Tengah. Dua sifat itulah yang dijadikan dasar tema besar HUT Jateng ke 69 ini, yakni Ngrumat Bebrayan atau merawat kebersamaan.

“Ngrumat bebrayan implementasi kompit dari persatuan Indonesia. Hari ini kita tumbuhkan itu. Bebrayan mesti dirumat,” katanya.

Dengan alasan itu pula, Pesta Rakyat HUT Jateng selalu bergeser dari kota satu ke kota lain setiap tahun. Sebelum Wonogiri, pelaksanaan pesta rakyat digelar di Pemalang. Konsepnya pun tidak jauh berbeda, pemerintah dan masyarakat tumplek blek jadi satu.  (lhr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: