Masuk Jogja Wajib Tunjukkan Surat Sehat Bebas Covid-19 di Perbatasan

BNews—JOGJAKARTA— Pemerintah Daerah DI Jogjakarta melakukan pengecekan kepemilikan surat keterangan kesehatan bebas Covid-19. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi momentum libur panjang Imlek yang rencananya akan dilakukan mulai Kamis (11/02).

Sekda DIJ Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, kebijakan ini mengacu Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19. Dalam SE itu tercantum kebijakan khusus yang mengatur pelaku perjalanan jarak jauh darat dan menggunakan moda kereta api. Dan kendaraan pribadi selama libur panjang atau libur keagamaan.

”Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten akan bersama-sama melakukan pemeriksaan sampel acak saja. Tidak bisa kalau kita melakukan pencegatan di jalan raya malah macet nanti semua dan tenaganya tidak mungkin,” tutur Baskara Aji di Bangsal Kepatihan, Selasa (09/02).

Baskara Aji menuturkan para pelaku perjalanan darat yang menggunakan transportasi pribadi diwajibkan melakukan swab PCR, antigen, maupun tes GeNose C19. Yakni dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Bagi yang kedapatan tidak memiliki surat hasil skrining kesehatan atau dinyatakan positif Covid-19 lewat pemeriksaan swab PCR, antigen, maupun tes GeNose C19 maka langsung diminta putar balik.”Sampling artinya karena kita tidak mungkin melakukan semua orang melakukan perjalanan kita cek, makanya kita sporadis aja kita coba. Kita tidak menyediakan tempat tes di situ (perbatasan), silakan tes di tempat yang terdekat,” tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan, pemeriksaan tersebut dilaksanakan sehari sebelum libur tahun baru Imlek yang jatuh pada Jumat (12/02). Hari libur Imlek beriringan dengan libur akhir pekan sehingga berpotensi memicu kerumunan di sejumlah destinasi wisata.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Pemeriksaan ini rencananya akan dilakukan dengan mendirikan posko di tiga titik perbatasan. Yakni di Prambanan, Tempel di Kabupaten Sleman dan Temon di Kulon Progo.

”Pelaksanaan pengecekan tersebut lebih kepada persiapan Imlek sebetulnya, kita takut banyak orang karena liburnya lumayan panjang. Takutnya kasusnya malah meledak jadi kita antisipasi dengan pengecekan di perbatasan rencana mulai Kamis (11/02),” terang dia.

”Kami akan melibatkan Dishub Kabupaten maupun pihak kepolisian serta Satpol PP karena kita tidak mungkin bergerak sendiri,” imbuhnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: